Melalui Tembakul, Disbun Dorong Pengembangan Komoditi Unggul di Kubu Raya

Melalui Tembakul, Disbun Dorong Pengembangan Komoditi Unggul di Kubu Raya

Mendorong pengembangan komoditi perkebunan, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya melalui Dinas Perkebunan kini memiliki Sistem Pengembangan Perkebunan Unggul “Tembakul” berbasis Corporate Social Responsibility (CSR), pada Kamis 3 Juni 2021.

Hal inipun sesuai dengan peraturan yang dikeluarkan Bupati Kubu Raya Nomor 23 tahun 2021, mengenai Pengembangan Perkebunan Unggul Berbasis Corporate Social Responsibility Perusahaan Perkebunan dan Sosialisasi Program Unggulan Perkebunan Tahun 2021.

Terkait itu, Kepala Dinas Perkebunan Kubu Raya, Elfizar Idrus menerangkan bahwa, dengan sistem Tembakul, nantinya setiap perusahaan melalui CSR nya akan membantu setiap pelaku perkebunan khususnya yang ada di Kabupaten Kubu Raya.

“Tembakul itu sistem data, jadi misalnya satu kecamatan satu desa yang ada perusahaan besar swastanya kita sesuaikan karakter. Misalnya di situ ada kelapa dalam, kita liat produksi kelapa dalamnya berapa banyak. Kemudian perusahaan akan menyalurkan CSR nya untuk mendorong produktifitas olahan tersebut,” ungkap Elfizar Idrus saat peluncuran Sistem Pengembangan Perkebunan Unggul “Tembakul” berbasis Corporate Social Responsibility (CSR), pada Kamis 3 Juni 2021.

“Jadi kita menyesuaikan karakteristik suatu daerah, kalau seperti di kecamatan Kubu itu kelapa, di Ambawang mungkin karet. kita menyesuaikan sesuai karakter-karakter yang ada di setiap desa di sembilan kecamatan,” sambungnya.

Elfizar mencontohkan baru-baru ini terdapat perusahaan yang telah membantu menyalurkan CSR nya terhadap pelaku pinang, dengan membuat rumah jemur pinang.

“Dimana kalau tanpa adanya rumah jemur pinang itu proses pengeringannya bisa sampai satu bulan. Tetapi dengan rumah jemur pinang yang kita siapkan ini, satu minggu bisa dihasilkan dan bisa diproduksi dengan cepat,” ungkapnya.

“Artinya pinang itu sudah kering, dengan waktu yang singkat. Jadi lebih efektifitas dan ekonomis. Nilai jualnya dan kualitasnya juga bagus kalau kering,” ujarnya.

Dirinya optimis dengan adanya sistem Tembakul akan dapat lebih mendorong Pengembangan Komoditi Perkebunan di Kubu Raya. “Dibikin semakin semaksimal mungkin untuk tetap bisa meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya di Kabupaten Kubu Raya,” pungkasnya. (Tribun Pontianak)

Leave a Reply

Your email address will not be published.